Mulai dari pertanyaan
Tentukan apakah soal meminta fakta eksplisit, inferensi, tujuan penulis, atau evaluasi bukti. Temukan bagian bacaan yang relevan dan periksa cakupan klaimnya. Inferensi tidak harus tertulis dengan kata yang sama, tetapi harus ditopang hubungan informasi dalam teks, bukan asumsi tambahan yang bebas.
Pisahkan temuan dari penjelasan
Contoh rekaan: Peminjaman buku naik pada pekan setelah jadwal layanan diperpanjang. Pada pekan yang sama, sekolah memulai program membaca. Laporan belum membandingkan kontribusi kedua perubahan itu.
Teks mendukung urutan waktu dan adanya dua perubahan. Teks belum menetapkan seberapa besar kontribusi masing-masing, apalagi bahwa jadwal adalah satu-satunya penyebab. Keterbatasan ini juga tidak membuktikan jadwal sama sekali tidak berpengaruh.
Waspadai perubahan kepastian dan cakupan
Mungkin menyatakan kemungkinan; berencana menyatakan niat yang belum membuktikan pelaksanaan; belum memastikan menyatakan batas pengetahuan saat itu. Jangan mengubahnya menjadi kepastian hasil. Kata semua, hanya, atau selalu harus diperiksa cakupannya, bukan otomatis dianggap salah.
Bukti untuk menilai pilihan
Bedakan pilihan yang didukung langsung, disimpulkan secara beralasan, bertentangan, atau belum mendapat dukungan yang cukup. Tidak disebut secara langsung belum tentu berarti salah jika ada inferensi yang kuat. Sebaliknya, tidak cukup bukti untuk suatu klaim bukan bukti bahwa kebalikannya benar. Ketika soal membatasi jawaban pada bacaan, pengetahuan di luar teks tidak boleh menggantikan premis yang tidak diberikan.